Pusat Perbelanjaan Banjarbaru
16 November 2006 | Ditulis oleh:Setelah sekian lama, di Banjarbaru berdiri pusat perbelanjaan yang cukup representatif. Terlepas dari berbagai pandangan dan analisis, kehadiran pusat perbelanjaan memadai nampaknya sudah menjadi tuntutan sebuah kota. Pusat perbelanjaan terkadang dimaknai sebagai ‘penanda’ majunya sebuah kota. Entahlah.Yang pasti, bagi warga kota setidaknya mendapatkan alternatif untuk memenuhi keperluan sehari-hari. Bagi kota, konon sebagai penanda, investor ‘mau’ masuk menanamkan modalnya. Ringkasnya terjadi kesaling membutuhkan. Warga mana yang mau berbelanja kalau pusat perbelanjaan tidak berkenan dan investor mana yang mau berinvestasi kalau tidak ada hitung-hitungan finansialnya. Saling membutukan dan menguntungkan, itulah kata kuncinya.
Kalau ditinjau dari filosofis kehidupan, ya itulah yang dicari dan dibangun, saling menguntungkan. Kalaulah misalnya menguntungkan warga (konsumen) saja, itu tidak logis. Atau, menguntungkan investor saja, itu tidak manusiawi. Apalagi kalau hanya menguntungkan orang-orang tertentu. Artinya, keberadaan fasilitas kota dengan tujuan menguntungkan semua pihak. Begitukah kehadiran pusat perbelanjaan Simpang Empat Banjarbaru? Mudah-mudahan saja. Kita lihat saja beberapa waktu ke depan.
Pusat perbelanjaan Simpang Empat Banjarbaru alias Kawasan Ekonomi Terpadu, konon konsepnya sudah tepat. Bukan saja pasar swalayan yang punya nama besar, HERO menjadi primadonanya, tetapi juga ada pasar tradisional, dan terminal yang ditata apik. Mampu mengaget HERO Supermarket saja sudah sebuah prestasi untuk kota Banjarbaru.
Yang perlu dicatat dan ‘dikawal’ niat mulia yang melatarbelakangan kehadiran KET di jantung Banjarbaru tersebut. “Sebagai pusat kegiatan ekonomi, langsung atau tidak langsung akan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat”, sebagaimana dikatakan Wahyu Utomo, project manager PT Pribumi Citra Megah Utama (PT PRICMU).
Wahyu tentu tidak mendongeng. KET Simpang Simpang Empat Banjarbaru dibangun pada lahan ± 2 hektar. Bangunan induk berlantai dua dipadu bangunan pendukung dan bangunan pasar. Pada Bangunan induk tersedia 76 toko ukuran 4 x 6 m. Sedangkan pada bangunan lain tersedia 64 toko ukuran 3 x 4, 25 kios pedagang buah, 45 kios pedagang kelontong, dan 80 los untuk pedagang pasar.
Itu belum seberapa. Tatanan komplek yang begitu bagus dilengkapi terminal. Terminal ini tentu bukan saja akan memudahkan masyarakat berbelanja, tetapi akan mendukung mobilitas pendudduk dimana Banjarbaru belum mempunyai terminal memadai, terminal representatif.
Kalau boleh berangan-angan misalnya, dari terminal KET Simpang Empat ini (mana tahu lho), Pemko Banjarbaru, d.h. Dinas Perhubungan membuka jalur-jalur taksi kota ke dan dari pelosok Banjarbaru. Kalau terjadi, sekali lagi kalau terjadi, lajuan efek positifnya sungguh luar biasa.
Harap dicatat, kemaujuan perekonomian masayarakat —dimana saja— satu faktor pendukungnya adalah mudahnya mobilitas dengan ketersediaan sarana dan prasarana. Hal itu akan menjadi prima manakala ditopang sistem lalulintas yang menudahkan mobilitas masyarakat. Kalau efek kehadiran KEK Simpang Empat sampai sejauh itu, sungguh luar biasa.
Sebaliknya, jangan pula sampai diabaikan hal-hal yang tidak diinginkan. Misalnya, pemberdayaan masyarakat sekitar. Kita berbaik sangka, sebab sebelum proyek ini maujud tentu telah dilakukan studi kelayakan. Apapun jadinya, banyak proyek bagus berdasarkan kajian tepat sasar kelak kemudian berbuah hubungan tidak nyaman dengan masyarakat sekitar.
Harapan kita, jangan sampai terjadi hal sedemikian pada KET Simpang Empat Banjarbaru. KET ini bukan tidak mungkin menjadi starting point bagi pengemangan proyek berikutnya. Orang (investor) sering lupa, letak Banjarbaru itu sangat strategis sebagai mitra Banjarmasin dalam berbisnis. Ketika Banjarmasin semangkin crowded, Banjarbaru adalah alternatif mitra.
PT PRICMU telah mengawali. Mana tahu perusahaan ini berinvestasi dan berinvesati lagi dan … menjadi lokomotif bagi investor lainnya. Hayo berlomba-lomba berinvestasi di Banjarbaru. Kota masa depan Kalsel.
Bagaimana menurut Sampeyan.









One Response to “Pusat Perbelanjaan Banjarbaru”
By rasyid on Apr 15, 2008 | Reply
Yang penting pedagang tradisional bisa mengimbangi dengan pedagang modern lainnya