Tertegunlah, Kawan
28 October 2006 | Ditulis oleh:Kenapa kita harus menggali kapak perang, kawan?
ketika tunas pohon-pohon diguyur hujan kehidupan
lorong-lorong kegelapan disinari cahaya harap
gorong-gorong mengalirkan banjir
dan … orang-orang terpana dalam pertanyaanKenapa kita harus berteriak-teriak?
sementara Gede Prama bersyair merdu
Ary Ginanjar melantunkan asih ar-rahman
Aa Gyim menyiram qolbu
Arifin memanah jantung hati
Khalil Gibran tak puas-puas menjenguk nurani
berirama merasuki kalbu
di bawah lindungan musik Illahi
Bukankah langkah-langkah kita menuju kebenaran?
dalam semangat
dalam harapan
dalam gerak
dalam damai ke terminal tak bertepi
Enyahlah risau angkara
nafas-nafas kasih di jubah adalah kita
bisik-bisik rindu di dada
lambai-lambai di rona wajah milik kita
buang belengu-belenggu ke laut lepas, muntahkan
Banjarbaru, 23 Desember 2003












