Pembantai Hampa Darah

28 October 2006 | Ditulis oleh: |

Ku tak tahu lagi persimpangan tawa tangis
teriak memancung kulit bimasakti
mengirim roket bernanah
dari hati pekat lumpur kataKetika tangan-tangan menoreh
fajar menyingsing memakan kelam
persembunyian telanjang
not bertukar tempat menjadi nada

Ku tak tahu lagi arti pembantaian
ketika kata-kata kosong menjadi frekuensi
membuntung karya pelontos makna
umbar sumpah serapah

Pembantaian hampa darah
menyeret anak-anak negeri
warisan dajal-dajal nurani
di kampungku negeri tak bertepi

Banjarbaru, 11 Februari 2006 (22.00)

Post a Comment