Aku yang Tertegun

28 October 2006 | Ditulis oleh: |

Aku adalah pancang tulang-belulang
daging syaraf darah keagungan
ketika Yang Di Atas Sana meniupkan seruling nafas
dengan segumpal piranti qalbu
menyiangi perang menuju asal muasal
amunisi ujian angin kehidupan

Aku adalah segumpal piranti qalbu
yang tak pernah mengerti dalam pencarian tak terbatas
pada halaman-halaman tinta petuah
pada ujar-ujar pujangga
pada bengisnya kuasa alam
serapah manusia
terkalah dikungkung kebebasan

Aku adalah kelana
terpaku di kuala sadar menyoal kebodohan
pencarian jauh melupa perjanjian awal kala
rerindang salju menikmat putih agar terbeda abu-abu
musafir pencari kaca dunia
aku yang tertegun

Banjarbaru, 5 Februari 2006 (10.30)

  1. One Response to “Aku yang Tertegun”

  2. By Akmal MR on Aug 6, 2007 | Reply

    Maaf,.. aku lewat saja. tapi karena melihat sesuatu yang beda. aku singgah.

    tapi membuatku enggan pergi lagi.

    ***Amin

Post a Comment