Archive for October, 2006

Pendidikan Bohong

Tuesday, October 31st, 2006

Hasniate, sebut saja begitu nama bocah rekaan kita, memakai jurus menangis agar diikutkan ibunya ke pasar. Ketika Si Ibu mengatakan tidak boleh karena hari panas dan berbagai alasan lainnya, Hasiate bukannya mengurangi tangisnya, tetapi semakin menjadi-jadi. Kalang kabutlah seisi rumah membujuk, namun dia tetap pada pendirian, menangis dan terus menangis. ...

Pendidikan Curang

Sunday, October 29th, 2006

Sekalipun ada gegap gempita polemik ujian nasional (UN) 2006, apakah UN penting atau tidak, Depdiknas sebagai pemegang otoritas pendidikan nasional tetap melaksanakan UN. Setelah dilaksanakan, Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) sebagai pelaksana, dengan bangga berkesimpulan, mutu pendidikan meningkat. Sebab, lebih 90% peserta UN berhasil.

Pendidikan Takut

Sunday, October 29th, 2006

Ketika seorang anak berusia empat tahun mau ikut temannya bermain-main di pinggir jalan, ibunya melarang: “Jangan. Ada polisi”. Pada lain kesempatan ibunya melarang dengan mengatakan: “Lihat tu ada tentara”. Sebagai anak yang ‘baik’ tentu saja dia tidak membantah larangan ibunya sekalipun tidak senang dengan larangan tersebut. Sayang dia belum bisa ...

Aku Datang Meminang Cinta

Saturday, October 28th, 2006

Kusapa kalian melalui pahatan warkah selami madah-madah jiwa merah bertukar salam meniti angin jabat erat di rumah masa gelombang cinta tanpa sua di belantara ranah kalian ku terdampar

Dahaga Rindu Dendam

Saturday, October 28th, 2006

Pagi ini kuterima salam perdamaian kau sentuh inti diri dahaga rindu dendam hutan pinus teduhkan lindung pikir damai bukan pada ekstasi

Ku Katakan Cinta

Saturday, October 28th, 2006

Ketika hadirku di muka selazar hatimu dendam diri yang sembunyi dimakan waktu pada lilitan lipat tak tersentuh tak digapai mata hatimu kini tumpah ketika kukatakan cinta Kenapa pedang terlalu lama diasah pada sarungnya senyummu yang kikir tak kumengerti berbeban magma bahwa diam adalah keteguhan bahwa kata-kata tidak diperlukan saat cinta kuasa I love you Banjarbaru, 6 Februari 2006 (10.15)

Aku yang Tertegun

Saturday, October 28th, 2006

Aku adalah pancang tulang-belulang daging syaraf darah keagungan ketika Yang Di Atas Sana meniupkan seruling nafas dengan segumpal piranti qalbu menyiangi perang menuju asal muasal amunisi ujian angin kehidupan

Kotaku Banjarbaru

Saturday, October 28th, 2006

Tahukah kalian tentang sebilah harap yang terkurung di sudut bumi pada pusat dendam kemajuan berbantal kepalan telapak berpacu sumsum anak negeri

Pembantai Hampa Darah

Saturday, October 28th, 2006

Ku tak tahu lagi persimpangan tawa tangis teriak memancung kulit bimasakti mengirim roket bernanah dari hati pekat lumpur kata

Balada Anak Bangsa

Saturday, October 28th, 2006

Wahai, para harimau negeri kukabarkan pada kalian tentang balada anak bangsa ketika ku tak tahu lagi persimpangan tawa tangis pekikmu tak mampir di telan ruang hampa

Pagi Ini di Rumah Rakyat

Saturday, October 28th, 2006

Pagi ini di rumah rakyat mahkamah duka digelar menumpang semraut angin firkah-firkah mengumbar kebenaran dan ... apologia

Karena Aku Cinta Kamu

Saturday, October 28th, 2006

Di helai-helai halaman nafasmu kutangguk rasa jiwamu kugenggam tak sisakan ragu dibuhul jalin sayangmu timpa sayangku di jembatan nurani pagi itu kita bersatu di ambang sore

Lambai Tatamailau

Saturday, October 28th, 2006

Lalu apa kini kasih riak samudera mengayun tanya meliuk membentang jauh dari pembuangan ke tanah pembuangan di pelataran kepastian takkan mampir tegun sudut membatu tanya tentang apa

Proklamasi

Saturday, October 28th, 2006

Malam ini, Ya Rabbi Tunduk mengadai jiwa saat bisikMu sayup menegur memalu dongeng-dongeng kebenaran mitos-mitos nisbi kalam tikam tali rohul sempurna tegun terpancang

Ketika Bayangku Melayang ke Rumah-Mu, Ya Rabb

Saturday, October 28th, 2006

Ketika bayangku Kau bawa melayang ke rumah-Mu, Ya Al-Rahman bisikmu makin kencang lupaku jadi ingat dustaku jadi amal aku, keakuan menjadi atom tanpa elektron bertawaf suka cita