Menulis ‘Tuor de Jatim’: 3.4 Heri Cahyo: Si Serba Bisa

17 May 2012

Teman dunia maya saya di Malang yang paling awal bisa jadi Heri Cahyo. Kami berteman sejak era blog lagi jaya-jayanya dan berlanjut sampai masa FB populer. Sampai-sampai bingung dengan makhluk yang satu ini. Betapa tidak. Kecepatannya merespon segala hal, tidak kalah jauh dengan saya, kalau kecepatan menulis, pasti dia kalah he he. Yang mengagumkan pengetahuannya tentang IT sesuatu yang jauh dari jangkauan saya sebab hanya pengguna. Teruskan membaca… »

Menulis ‘Tuor de Jatim’: 3.3 Rusdianto Rifai: Si Tahan Banting

16 May 2012

Rusdianto Rifai alias Abrar Rifai adalah teman dunia maya yang ‘mendarat’ setelah ‘Tour de Malang’. Entah apa yang mendorong berakrab-akrab dengannya. Begitu bertemu langsung mengatakan: “Kapling Sampeyan menulis novel. Kalau ditekuni, bisa jadi melevel Habiburahman El Shirazy”, kata saya memotivasi. Kesimpulan tersebut setelah memindai tulisannya di dunia maya. Cara menulisnya unik dan penuh kejutan.

Itulah sebabnya, tanpa ragu-ragu memintanya menulis novel. “Saya akan mencoret Sampeyan dari pertemanan manakala tidak terealisasikan”. Aneh saja mengancam demikian tersebab baru bersua. Tetapi, saya yakin. Begitulah, setelah Rusdianto mengirim separoh naskahnya meminta diposting di laman GPM, dan yang separoh lagi ditulis dengan model paksaan. Setelah diedit, jadilah naskah novel Laila sampai pada tingkat dami. Artinya, target menulis novel dalam setahun menjadi. Hebat euy.  Teruskan membaca… »

Menulis ‘Tuor de Jatim’: 3.2 Halimi: Si Inisiator

15 May 2012

Melakukan sharing di suatu tempat, apalagi di banyak tempat, tentu tidak lepas dari jasa teman-teman. Itu suatu kepastian. Untuk itu berterima kasih kepada teman-teman yang menyupor penyebaran virus menulis ala Ersis Writing Theory (EWT) yang tidak mungkin ditulis orang per orang. Pertanyaannya, dari mana mulainya?

Alkisah, seperti ditulis pada bagian terdahulu, sampailah saya pada kesimpulan, EWT sudah saatnya menasional, kalau perlu mendunia. Seorang ‘sahabat’ dunia maya saya adalah Halimi Zuhdy. Saya heran juga, orang ini pikirannya ‘pikiran kiai’ namun melakoni menulis lebih bebas. Kalau saya tulis bagaimana senang dan bangganya dengan ‘Kiai Muda’ ini nanti dia kegeeran. Sudahlah,  disimpan di lubuk jiwa saja. Saya kagum sepak terjangnya di dunia tulis menulis. Teruskan membaca… »

Menulis ‘Tuor de Jatim’: 3.1 Husnun: Si Murid Cerdas

14 May 2012

Pada 5 dan 6 Mei 2011, saya melakukan ‘Tour de Malang’ dalam rangka menyebarkan virus menulis yang ‘menghasilkan’ buku: Indonesia Menulis yang diterbitkan bersamaan dengan Jatuh Cinta Menulis. Kini, 5 dan 6 Mei 2012 kembali melakukannya dengan durasi lebih besar. Kalau tahun 2011 dilakukan di UIN Malik Ibrahim Malang, Malang Post, dan pesantren Sidogiri kini ‘menukar’ pesantren Sidogiri dengan Universitas Brawijaya. Saya memulai menuliskannya dengan seorang ‘muird’ tercerdas yang saya temui selama pergulatan sharing menulis.

Ya, di Malang Post, setahun lalu atas dukungan teman-teman di Malang —Halimi Zuhdy, Heri Cahyo, Rusdianto Rifai, Erryk Kusbandhono, Irawati Syahriah, dan lain-lain— melakukan sharing ‘habis-habisan’. Sekalipun sebenarnya diundang UIN untuk memberikan pembekalan pelepasan calon wisudawan Fakultas Adab dan Humaniora tahun 2011, dimanfaatkan untuk sharing di Malang Post dan ma’had UIN dengan peserta lebih 1000 orang. Masjid putri UIN sesak dengan format sharing serius dan ger-geran. Teruskan membaca… »

5.7 Benedeto (Rizka Sarah Heydarina F. Hasan)

13 May 2012

MALAM ini aku teringat kenangan-kenangan di sekolah. Maklum aku sudah tidak sekolah, maksudnya sedang menunggu pengumuman kelulusan. Berawal dari masuk SMK 3 Malang, sekolah favoritku, sekolah paling bonavit menurut banyak orang aku dengan semangat bersekolah di SMK 3 di jurusan Tata Busana.

Saat kelas X aku akui sangat rajin, mengerjakan PR, tidak pernah membantah  guru, penurut. Tetapi, setelah kelas 11 menyusut. Anehnya, aku lebih bisa menjadi diriku sendiri. Semuanya di bawa have fun. Teruskan membaca… »

Surabaya: I Shall Return (’Tour de Jatim 2.9)

13 May 2012

Para pembaca yang terhormat. Tentu tidak semua hal bisa tertuliskan, sebab sebagai ‘laporan’ kiranya lebih dari cukup. Sharing menulis yang menggairahkan, membucahkan libido menulis berbalut ger-geran semoga menjadi pemicu dan pemacu peserta, juga yang tidak sempat hadir. Intinya adalah, memotivasi menulis. Menulis sebagai kegiatan harian yang tidak membeban.

Panas Surabaya semakin mengakrab, AC di ruangan, karena ruangan penuh sesak, tidak terlalu menolong. Semangat kami tidak mungkin dikalahkan panas, sebab jiwa-jiwa kami, perasaan kami adalah semangat. Dan, akhirnya tibalah saat menyedihkan, pertemuan persahabatan harus diakhiri. Kami berpisah. Teruskan membaca… »

GPM Surabaya dan Ideologi GPM (’Tour de Jatim 2.8)

12 May 2012

Alhamdulillah, sharing menulis di Surabaya melebihi apa yang diangankan, ya pesertanya, kerja panitia yang yahud, dan terlebih antusiasi peserta. Saya berterima kasih dengan haru. Tidak kalah hebatnya, panitia telah menyiapkan agenda dan membentuk Pengurus GPM Surabaya.

Itu belum seberapa, acara dipandu Mohammad Trio F, penulis buku motivasi, AWAS JANDA. Sayang bukunya tidak sempat dibagi karena baru datang setelah acara usai dan saya mendapatkannya di rumah makan Biyung.  Beberapa buku saya dibagi, begitu juga buku Agustus Nugroho, Mata Hati, dan buku Suer Nulis Itu Mudah tentu dijual. Terlepas secara marketing kami tidak sukses amat, toh buku tersebut bisa didapatkan di toko-toko buku Surabaya. Gerakan menulisnya yang lebih utama. Teruskan membaca… »

Semangat Arek-Arek Suroboyo (’Tour de Jatim 2.7)

11 May 2012

Sharing menulis dalam bingkai ‘Indonesia Menulis’ di IAIN Sunan Ampel Surabaya, semakin meyakinkan saya, anak-anak muda bangsa ini sangat mencintai negaranya sebagaimana mencintai agamanya. Semangat mereka untuk menjadikan diri dan bangsa lebih baik tidak diragukan. Sayangnya, generasi tua negeri ini terlalu sibuk dengan ‘kenakalannya’, ‘Kenakalan Orang Tua’, dan mereka nanti yang menanggung akibatnya. Saya berpesan: “Generasi saya gagal memakmurkan bangsa kaya raya ini, kalian jangan lagi melakukan kekeliruan yang sama’. Teruskan membaca… »

Menulis Tentang Jeruk Impor (’Tour de Jatim 2.5)

10 May 2012

Sebagai ‘The Dream Tim GPM’ kami berterima kasih atas sambutan dan suguhan panitia seminar Indonesia Menulis. Ketika seseorang mempersilakan memakan jeruk kekuningan yang terkesan segar, justru dijadikan bahan penggugah sharing. Coba perhatikan jeruk ini, jeruk impor yang digandrungi jutaan orang. Jeruk ini ditawarkan di kota-kota besar sampai pelosok Tanah Air.

Lontaran saya. “Pernah memperhatikan jeruk? Petik dari pohonnya. Manakala sampai tiga hari, kulitnya akan berubah, dan kemudian membusuk.” Peserta bertanya-tanya kemana arah pertanyaan saya. Jeruk ini dijajakan di supermarket atau di pinggir jalan berhari-hari, bahkan berbulan-bulan. Tidak membusuk, tetap segar bugar. Teruskan membaca… »

Memaknai Membaca, dan Menulislah (’Tour de Jatim 2.5)

9 May 2012

Dalam perjalanan Bandara Juanda-IAIN Sunan Ampel Surabaya saya ‘menguliahi’ Rusdianto Rifai: “Abrar kalau pesantren Sampeyan membesar jangan lupa basik pendidikan Islam ‘murni’; tepatnya jangan pernah meninggalkan ‘Jiwa Pesantren’. Rusdianto Rifai sudah hapal pasal ini sebab ketika bertemu setahun lalu, apalagi selepas sharing di pesantren Sidogiri esensinya telah didiskusikan. Saya akan mengingatkan tanpa bosan. Apa itu? Teruskan membaca… »