Motivasi Menulis Buku … (Mengerikan?) (3.8)

10 March 2010

Selama aktivitas menulis, hal paling ‘mengerikan’ yang pernah dialami ketika ‘dipanggil’ panitia ad hock Senat Fakultas FIKP Unlam Banjarmasin. Menulis di media cetak memberi masukan agar kampus bersih, atmosfir akademik ditingkatkan, warganya menulis, dan untuk dosen adalah meja dan kursi individual. Masyak kalah dengan fasilitas guru TK. Ini institusi negara lho. Ahmad Sofyan, Dekan FKIP Unlam sekarang, utusan khusus fakultas pada panitia adhock tersebut. Apakah ‘one lecture one chair’ menjadi? Ha ha … rumput bergoyang. Teruskan membaca… »

Menulis Buku: Babu … (3.7)

9 March 2010

Buku ‘Menulis Mudah: Dari Babu Sampai Pak Dosen’ (2008) diterbitkan GAMA MEDIA Jogja diangkat dari lomba menulis www. webersis.com dan www.menulismudah.com. Seorang wartawan dari Malang, mahasiswa dari Banjarmasin, dan dari Bogor, mendapat hadiah Rp.1.000.000,00, Rp.750.000,00 dan Rp.500.000,00. Kumpulan tulisan tersebut dibukukan. Bagian judul “Babu” mendapat perhatian. Babu (buruh) Indonesia di Hongkong menjadi pemenang.

Saya teramat kagum, dan faktanya banyak babu yang nimbrung sebagai ‘Jamaah Fesbukiayah’ setelah sebelumnya ‘teracuni’ virus menulis EWT melalui www.webersis.com. Awalnya, dengan teman-teman didiskusikan pemakaian pilihan istilah, babu, buruh, migran, pekerja devisa, atau apa begitu, ah … pilihan akhirnya babu. Teruskan membaca… »

Gubernur dan Inspirasi Menulis Buku (3.6)

8 March 2010

Komentar Gubernur Kalimantan Selatan pada FB EWA sebenarnya bukan hal baru. Pak Gubernur yang fecebooker tersebut disamping teman maya, adalah teman darat sejak lama. Saya ikut diskusi berbagai hal dalam ‘komunitas’ inbox, bahkan sebelum ke Bandung, di kolam saya, kami mengadakan Temu Faceboker yang digagas teman-teman facebooker Kalimantan Selatan.

Kalau diceritakan pertemanan, wuih panjang ceritanya. Ringkasnya, ketika dipercaya meneliti dan menulis Sejarah Kabupaten Banjar, saat itu dia sebagai Sekretaris Wilayah Daerah Kabupaten Banjar, dipinjami rumah dinas untuk kantor, mobil untuk waktu lama. Lalu, dia menjadi Bupati Kabupaten Banjar, lanjut Gubernur, dan kini ‘berjuang’ untuk keduakalinya menjadi Gubernur Kalimantan Selatan.

Kali ini, postingan pertama FB EWA tahun 2010, Pak Gubernur, Rudy Ariffin yang mengomentari. Makasih Pak Gub. Sekalipun menjabat gubernur, orangnya mau saja berteman dengan berbagai kalangan. Di FB dia sering dipuji dan juga dikritik. Biasa-biasa saja. Saya hapal gayanya.

Kalau dipikir-pikir, pantas dibuat biografinya. Padahal tidak ada masalah. Bahan lengkap, kesempatan apalagi. Hanya saja, kurang asyik saja. Soalnya nanti dikira untuk kampanye. Jadi, berkesimpulan, setelah Pilkada saja. Mau terpilih atau tidak, akan membuat biografinya. Teruskan membaca… »

Inspirasi Menulis Buku … 2010 (3.5)

7 March 2010

Ada pertanyaan ringan: Menulis atau ikut pesta pora merayakan Tahun Baru 2010? Pilihan jatuh, menulis. Untuk pemantapan lanjutan penyebaran virus menulis, Tahun 2010 menyediakan ruang bagi facebooker, ‘Jamaah Fesbukiyah’, menulis ‘Antologi Puisi’ dan ‘Buku Bersama 2010’. Kalau puisi optimislah, tapi tulisan (artikel) pesimistis susah dibuang.

Minimal menjadi pembuktian mereka yang selama ini seolah bersemangat menulis dengan untaian kata-kata membuai, apakah benar-benar mau menulis atau berwacana? Kenyataan akan memperlihatkan, para pesharing, mau menulis atau menjadi Raja wacana, Raja Bual? Berwacana, diskusi doang, bisa mengindentifikasi diri seolah hebat, tanpa bukti. Menulis, langsung terlihat. Orang pengecut, takut pada bukti dan yang disediakan segerobak alasan. Teruskan membaca… »

Menulis Buku Bareng (3.4)

6 March 2010

Setelah melaunching www.webersis.com mendapatkan teman sharing menulis yang susah dihitung, dan kini FB EWA lebih dahsyat. Berbagai sangkaan bermuculan, mulai dari kerjaan saya menulis melulu sampai ‘menggurui’. Banyak yang mengapresiasi, ada pula yang memaki. Baca saja apa yang mereka tulis. Terus saja menulis. Sebodoh.

Hidup dan kehidupan padat aneka aktivitas. Jangankan menerbitkan buku, mengurus tugas kuliah saja, kalau tidak bisa memenej waktu, bisa gila. Agak memahami makna Surah Al Asyr, waktu dimanfaatkan. Alhamdulillah, melalui latihan terus-menerus, kalau ada orang menulis artikel sederhana memakan waktu sehari malah heran. Lama amat. Menulis satu artikel lebih 15 menit, dah mencaci diri sendiri. Teruskan membaca… »

The Liang Gie: Penulis Serba Bisa (3.3)

5 March 2010

Kebutuhan akan buku beragam sebabnya. Yang pasti, sejak lama melatih diri untuk tidak meminjam buku. Karena kebutuhan buku saat ini sangat banyak dan beragam, prioritas membeli buku terbitan terbaru. Adakalanya tergoda buku-buku tertentu. Misal, ketika ke Palasari berburu buku untuk beking ujian akhir semester 2009 ‘menemukan’ buku Pengantar Filsafat Ilmu (The Liang Gie) dan buku Gerakan Moderen Islam di Indonesia 1900-1942 (Deliar Noer).

The Liang Gie adalah penulis yang mengangetkan masa muda, bisa menulis begitu banyak dan beragam buku. Kiranya bidang apa saja bisa ditulisnya. Hebat dia. Rupanya, di alam bawah sadar dia termasuk yang menginspirasi menulis (buku). OK Gie, Insya Allah tahun-tahun ke depan mulai menulis beragam buku. Amin. Teruskan membaca… »

Gus Dur, Menulis, dan Buku (3.2)

4 March 2010

Sebetulnya hari ini agak lelah. Malam kemaren tidur setelah subuh. Bangun, pukul 07.00, merampungkan proposal disertasi, tugas mata kuliah Penelitian Pendidikan Lanjut. Pukul 12.00 ke kampus menyerahkan. Kepala Perencanaan Unlam Banjarmasin menelepon dan kami berdiskusi sampai sore di kos saya. Anak-anak ke kebun binatang. Sehabis magrib membaca Al-Quran yang baru dibeli. Doakan. Menargetkan membaca Al-Quran sebagai ‘pendingin’ menulis. Teruskan membaca… »

Menulis Buku, Mudah Bro (3.1)

3 March 2010

Menulis buku lebih mudah dari ‘menulis biasa’.
Menulis disertasi, atau buku utuh tentu lain ceritanya.
Menulis biasa, menulis seadanya, sebisanya.
Tulis dalam bentuk artikel atau kolom, kumpulkan.
Jadikan buku.

BUKUKAN. Menulis buku paling mudah berawal dari ‘menulis biasa’. Istilah saya untuk menulis biasa, menulis artikel, kolam, opini, atau apalah namanya. Tulis ‘utuh’ dalam tulisan singkat lalu kumpulkan, dan diselesksi. Hasilnya buku. Buku seperti itu dinamakan bunga rampai atau kumpulan karangan. Bisa rombongan bisa sendiri.

Saya merevolusi dengan tema tetap. Menulis tentang menulis terus menerus. Menulis dalam format buku. Setelah ditulis, dalam format buku, dipublis. Bisa untuk facebook, blog, atau media cetak. Tulisan mengikuti pola yang ditentukan. Itulah yang saya istilahkan, menulis buku sekadar membuat Kata Pengantar dan Daftar Isi. Ngak percaya? Ikutin serial tulisan pada bab ini.

Menghormati Alat (2.10)

2 March 2010

Suatu kali memposting gambar meja kerja di Blog dan FB. Ada dua desktop dan dua laptop. Saya menggunakan satu komputer untuk keperluan menulis sesuai peruntukkannya. Wow … sok orang kaya. Terserah. Konsekuensinya, tidak punya pakaian memadai, tidak mampu membeli mobil baru, atau hidup berpoya-poya. Kegembiraan kalau mampu membeli buku atau peralatan menulis yang bagus. Pada kondisi tertentu, destop dan laptop keluaran terbaru dengan spesikasi tinggi.

Selalu tersedia dua printer, satu warna dan satu printer berkecepatan tinggi. Saya pengemar HP LaserJet, dimulai dari LaserJet 5l sampai seri seribuan. Tidak ketinggalan scanner. Apalagi yang namanya lem Fox, penggaris besi sampai hal terkecil. Untuk apa? Teruskan membaca… »

Menulis Buku Disemangati Keluarga (2.9)

1 March 2010

Hari ini, 29 Desember 2009, saya membawa anak-anak ke Bandung Book Center, Palasari, Bandung. Saya membeli 20 buku. Anak-anak bersorak keheranan, buku-buku bapaknya terpajang di rak buku. Ada kebanggaan, gimana gitu, menikmati ekspresi buah hati. Dalam hati berdoa: Ya Allah, lempangkanlah jalan agar anak-anakku lebih bagus menulis (buku)”. Amin.

Semasa di Banjarbaru, naskah buku pertama dibaca istri, dan anak-anak dengan cara mereka masing-masing. Senjata istri, pulpen merah menyala. Bagi saya, setelah diorat-arit urusan selesai. Teruskan membaca… »